Ibu-Ibu Tidak Boleh Ketinggalan Zaman Dong!!
Di tengah arus globalisasi dan tuntutan zaman yang semakin maju, para ibu di Taman Baca SDTK Pelangi Kristus, Surabaya, membuktikan bahwa semangat belajar tak mengenal usia. Mereka antusias mengikuti kelas pembelajaran bahasa Inggris yang dirancang khusus untuk mendukung peran orang tua dalam pendidikan anak.
Program ini berlangsung selama empat kali pertemuan dan melibatkan dua dosen, yaitu Dr. Dra. Yuli Christiana Yoedo, M.Pd. dan Dani Puspitasari, S.Pd., M.A., Ph.D., serta satu mahasiswa pendamping semester enam, Riani Larosa. Setiap sesi dirancang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari para ibu.
Pada pertemuan pertama dan kedua, ibu.Yuli mengajarkan teknik bercerita menggunakan bahasa Inggris. Para ibu dibimbing membaca cerita anak, melafalkan kalimat dengan benar, dan mempraktikkan dialog sederhana. Tujuan utama dari sesi ini adalah agar anak-anak terbiasa mendengar bahasa Inggris sejak dini dari orang tua mereka di rumah. Ini menjadi metode belajar yang lebih alami, hangat, dan menyenangkan dibandingkan cara konvensional seperti membaca atau menulis di buku.
Para ibu sangat antusias. Mereka berlatih membaca bersama, kemudian mencoba secara berpasangan seperti sedang berdialog dengan anak. Meskipun sempat mengalami kesulitan dalam pengucapan, mereka tetap semangat, tidak malu untuk bertanya, dan terus berusaha memahami. Suasana belajar terasa hidup, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.
Pada pertemuan ketiga dan keempat, giliran Ibu.Dani yang membawakan materi yang sangat dekat dengan kehidupan para ibu yaitu tentang uang. Dalam sesi ini, para peserta belajar menyebutkan nilai nominal uang dari nominal kecil hingga besar. Di awal, mereka masih terbata-bata dalam pelafalan. Namun, setelah dibimbing dan diulang beberapa kali, mereka mulai lancar dan percaya diri.
Menariknya, pembelajaran ini juga memanfaatkan teknologi dengan menggunakan platform Wordwall. Para ibu diminta mencocokkan gambar dengan kata kunci dalam bahasa Inggris melalui permainan interaktif. Kegiatan ini membuat suasana belajar semakin menyenangkan.
Setelah itu, Ibu Dani meminta setiap ibu membaca satu kalimat secara individu. Hasilnya luar biasa pelafalan mereka jauh lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Selain belajar membaca nilai nominal uang, para ibu diminta untuk mencocokan barang yang dibutuhkan dengan harga barangnya dengan menggunakan bahasa Inggris.
Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar bahasa Inggris, tetapi juga tentang memberdayakan ibu-ibu sebagai mitra aktif dalam pendidikan anak. Mereka tak hanya menjadi pendengar, tapi juga pelaku pembelajaran di rumah. Program ini membuktikan bahwa belajar bisa dimulai kapan saja, dan peran ibu sangat besar dalam menanamkan kebiasaan positif, termasuk kecintaan terhadap bahasa asing.



