Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari rumah. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran penting sebagai pendidik pertama yang memperkenalkan berbagai keterampilan dasar kepada anak, termasuk kemampuan berbahasa.
Berangkat dari pemahaman tersebut, dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di bawah naungan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Kristen Petra melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini berupa pelatihan bahasa Inggris di SMTK Pelangi Kristus Surabaya yang ditujukan bagi ibu-ibu peserta Taman Bacaan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan, yaitu pada 30 Maret, 13 April, 27 April, dan 11 Mei 2026 di Laboratorium IPA SMTK Pelangi Kristus Surabaya. Program ini dipimpin oleh Dani Puspitasari, S.Pd., M.A., Ph.D. dan Dr. Dra. Yuli Christiana Yoedo, M.Pd., dengan dukungan mahasiswa PGSD FKIP UK Petra, Theofani Herlin Kainama.
Asal-usul Program Pemberdayaan Ibu
Program ini lahir dari sebuah inisiatif sederhana namun bermakna. SMTK Pelangi Kristus Surabaya sebelumnya telah memiliki kegiatan yang melibatkan ibu-ibu melalui aktivitas memasak bersama. Dari kegiatan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan Taman Bacaan Bahasa Inggris sebagai sarana pemberdayaan bagi para ibu.
Tujuannya adalah membekali mereka dengan kemampuan bahasa Inggris dasar yang nantinya dapat diterapkan saat mendampingi anak maupun cucu belajar di rumah. Bagi Anda yang tertarik menjadi bagian dari aksi nyata dan inovasi pendidikan bersama FKIP, informasi pendaftaran perkuliahan dapat diakses melalui link resmi registration.petra.ac.id.
Media Pembelajaran Kreatif yang Digunakan
Dalam pelaksanaannya, tim FKIP UK Petra menggunakan berbagai media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta:
1. Flashcard Kosakata: Pada pertemuan pertama, peserta belajar mengenal kosakata bahasa Inggris melalui flashcard berisi gambar benda sehari-hari. Melalui aktivitas ini, peserta belajar mengenali kosakata baru sekaligus berlatih menggunakannya dalam kalimat sederhana.

2. Buku Cerita Anak: Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca buku cerita anak berbahasa Inggris. Peserta membaca secara bergantian dengan pendampingan tim PGSD FKIP UK Petra agar dapat berlatih pelafalan (pronunciation) yang benar.

3. Media Kertas Berbentuk Hati: Pada pertemuan terakhir, peserta menggunakan media berbentuk hati yang berisi kalimat positif dan negatif untuk melatih kemampuan membaca dan berbicara.

Dampak Positif bagi Ibu Rumah Tangga
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, mencoba mengucapkan kosakata baru, serta berpartisipasi dalam setiap aktivitas. Banyak peserta yang awalnya kurang percaya diri mulai berani berbicara dan menyusun kalimat sendiri.

Selain meningkatkan kemampuan dasar, pelatihan bahasa Inggris di SMTK Pelangi Kristus ini juga memperkuat peran ibu sebagai pendamping belajar di rumah. Dengan penguasaan kosakata yang baik, para ibu memiliki bekal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif di lingkungan keluarga.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim membagikan angket kepuasan. Hasil umpan balik menunjukkan bahwa kegiatan ini dinilai bermanfaat, mudah diikuti, dan relevan. Pihak sekolah pun menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus dilaksanakan dengan materi yang lebih beragam pada masa mendatang.




